Previous Next

DAFTAR BERITA

BERITA SEPUTAR UNIVERSITAS

Cegah Hoaks MAFINDO Maluku Teken MoU Bersama Universitas Muhammadiyah Maluku

2021-12-06 12:41:16 Humas

Universitas Muhammadiyah Maluku: Maraknya berita bohong (hoaks) di internet menjadi fenomena yang sangat mengancam dengan motif penyebaran yang variatif, mulai dari iseng hingga dilatarbelakangi oleh kepentingan politik dan ekonomi.

Adapun dampak dari tersebarnya hoaks dapat menimbulkan keresahan di masyarakat hingga pergesekan sosial dan ketidakstabilan negara. Penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar terhindar dari bahaya hoaks, serta bagaimana menerima dan mengolah informasi yang benar dalam usaha menekan penyebaran hoaks.

Melihat hal tersebut, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Maluku telah melakukan kegiatan Roadshow dengan tema “Peningkatan Keterampilan Literasi Digital Mahasiswa Dalam Menangkal Hoaks” pada hari Sabtu (4/12/21), kegiatan ini merupakan program dari MAFINDO Maluku yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Maluku (UNIMKU), sebagai usaha untuk meningkatkan literasi digital dikalangan mahasiswa dan berpikir kritis dalam menerima informasi yang bersebaran di media sosial maupun di tengah masyarakat.

MAFINDO merupakan organisasi periksa fakta pertama di Indonesia yang berbasis komunitas dan didukung oleh tim profesional. MAFINDO yang berdiri sejak 2016 adalah salah satu (dari enam) organisasi periksa fakta yang menjadi IFCN Signatory (International Fact-Checking Network). Sebagai lembaga nirlaba kemasyarakatan dan independen, MAFINDO telah tersebar di 17 kota, dan memiliki kurang lebih 550 relawan di seluruh Indonesia. Bidang kerja MAFINDO meliputi: periksa fakta, edukasi, bangun opini, dan kolaborasi.

Di Maluku, MAFINDO dideklarasikan pada tahun 2018 dan sampai saat ini memiliki kurang lebih 50 relawan yang tersebar di Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah (Mlateng), Seram Bagian Barat (SBB) Seram Bagian Timur (SBT) dan Kepulauan Aru. Menurut Koordinator MAFINDO Maluku, Roesda Leikawa, bahwa pada pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara MAFINDO Maluku dengan Universitas Muhammadiyah Maluku terkait Tri Darma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat).

Apalagi tahun 2020 lalu melalui Ma’arif Institute, Kata Roesda lebih lanjut bahwa MAFINDO sudah bekerja sama dengan Majelis Dikti PP Muhammadiyah untuk program Kurikulum Tular Nalar, dan sudah memberikan pelatihan pada ratusan Dosen dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Target kegiatan roadshow kita kali ini adalah para Mahasiswa, sehingga setelah mereka mengikuti roadshow ini, kami berharap peserta dapat mengerti apa itu hoaks, dapat memahami cara-cara mengidentifikasi hoaks, disinformasi dan misinformasi. jenis-jenis hoaks yang beredar di masyarakat, mengapa laju penyebaran hoaks masih tinggi, bagaimana cara penanggulangannya (periksa fakta secara sederhana) dan juga dapat mengikuti perkembangan digital”, tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Dr. Mohdar Yanlua, MH., dalam sambutannya pada acara pembukaan, dia memberi apresiasi pada MAFINDO Maluku atas kegiatan tersebut, menurutnya perkembangan era digital saat ini perlu ada penguatan Literasi digital bagi Mahasiswa maupun dosen dalam lingkup Kampus dalam Menangkal Hoax.

“Ini langkah awal yang baik untuk mahasiswa di bidang literasi. Semoga kedepannya bisa terus melakukan kegiatan yang sama baik untuk mahasiswa maupun dosen”, kata Yanlua.

Lebih lanjut dia juga menegaskan agar mahasiswa UNIMKU harus menjadi contoh lebih baik, dengan menggunakan konsep Tabayun. Pada kegiatan ini, selain dilakukan penandatanganan MoU, memberikan pelatihan, juga dilakukan penyerahan Cendramata, antara UNIMKU kepada MAFINDO. Sementara itu, MAFINDO selain memberikan cendramata kepada UNIMKU, juga memberikan Laporan Pemetaan Data Hoax Covid 19 kepada pihak Fakultas.

“Kami juga memberikan laporan pemetaan data hoax covid19 sepanjang 2020 kepada pihak fakultas, sebagai bentuk keseriusan MAFINDO dalam menangkal hoax yang bersebaran di media social, agar bisa dipelajari juga oleh mahasiswa mengenai hoax covid19 dari segi tema, konten, tipe misiinformasi/disinformasi, modus klaim bukti yang digunakan dan sebagainya”, kata Roesda.

Setelah melakukan penandatanganan MoU tersebut, acara selanjutnya diambil alih oleh MAFINDO untuk memberikan pelatihan Peningkatan Literasi Digital Bagi Mahasiswa UNIMKU dalam menangkal HOAX. Adapun narasumber yang memberikan materi pada pelatihan tersebut adalah Roesda Leikawa, Mark Ufie, dan sesi praktik priksa fakta dilanjutkan oleh Soleman Pelu, Abubakar Difinubun dan juga Herry Wellsy Bakarbessy.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini berjalan lancar dan dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen maupun dekan.

Diharapkan usai mengikuti pelatihan tersebut Mahasiswa dapat memahami cara-cara mengidentifikasi hoaks, disinformasi dan misinformasi, serta dapat mengetahui cara melakukan priksa fakta sederhana. (Red)